BANYUWANGI STUDI TIRU KE GEOPARK BATUR BALI DAN TAMAN TIRTAGANGGA

 

BANYUWANGI STUDI TIRU KE GEOPARK BATUR BALI DAN TAMAN TIRTAGANGGA

 

Banyuwangi – Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kab. Banyuwangi melakukan studi tiru pada beberapa geosite di Geopark Batur Bali dan Taman Air Tirtagangga. Kegiatan yang bertujuan untuk pembelajaran lapangan mengenai penataan dan pengelolaan sumber daya air ini telah dilaksanakan pada tanggal 12 – 14 September 2020 dengan rombongan sejumlah 9 (sembilan) orang.

 

Museum Geopark Batur Bali

 

Kegiatan ini diawali dengan mengunjungi Museum Geopark Batur Bali yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Geopark Batur Bali sendiri telah tercatat di Global Geopark Network (GGN), UNESCO pada tahun 2012. Museumnya yang baru diresmikan pada tanggal 1 April 2016 oleh Menteri ESDM Sudirman Said ini dilengkapi dengan koleksi yang merepresentasikan tiga pilar geopark yakni keanekaragaman hayati (biodiversity), keanekaragaman geologi (geodiversity), dan keanekaragaman wujud budaya (cultural diversity).

 

Selanjutnya, rombongan menuju ke Batur Natural Hot Spring. Batur Natural Hot Spring merupakan tempat pemandian air panas yang terletak di sekitar Danau Batur yang memiliki sumber air panas yang bersuhu 50oC.

 

Destinasi berikutnya adalah Taman Lava Hitam. Taman Lava Hitam adalah bagian dari Batur Global Geopark. Taman Lava terbentuk dari bekuan lava panas berpijar mengalir ke bawah dari puncak gunung Batur yang membeku sehingga membentuk batuan hitam dengan rongga-rongga bekas udara yang awalnya terperangkap didalamnya

 

Taman Air Tirtagangga

Taman Air Tirtagangga merupakan destinasi kunjungan terakhir. Taman air ini terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Tirtagangga dulunya merupakan taman air milik Kerajaan Karangasem yang dibangun pada tahun 1946. Ada tiga bangunan yang menjadi karakter utama yakni patung, bangunan kolam, dan areal perkebunan. Taman tirtagangga tidak pernah kehabisan air dan kehilangan kejernihannya termasuk di musim kemarau karena sumber air dari perbukitan yang terus mengalir serta terpeliharanya ekosistem perbukitan yang menyimpan air dalam tanah. Konsep Taman Air Gangga bisa diterapkan untuk pengembangan destinasi wisata Sumber Blimbing3, dimana daerah tersebut juga bertujuan menjaga Catchment Area di sekitar sumber air.

 

 

 

previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Shadow
Slider

BANYUWANGI – Memasuki masa tanam untuk 2022, para petani di Banyuwangi menggelar tasyakuran “Bubak Sawah”. Mereka menggelar tasyakuran bersama warga di lokasi yang dekat dengan irigasi pertanian.   Salah satunya yang dilakukan petani di Dusun Sere, Desa Bangorejo, Kecamatan Bangorejo, yang ...

#repost @banyuwangi_kab__ BANYUWANGI - Gary Bencheghib dan Sam Bencheghib, kakak-adik asal Perancis yang sempat viral karena aksinya membersihkan sampah Sungai Citarum, Jawa Barat, pada 2017 lalu, datang ke Banyuwangi. Kedatangan mereka bersama organisasinya, Sungai Watch, ke Banyuwangi, untuk berk...

Sebuah Organisasi yang dibentuk oleh aktifis lingkungan Gary Bencheghib @sungaiwatch melakukan survei langsung bersama Bpk. Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, MM ( Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi ) di Sungai Lokanti tepatnya wilayah kerja @korsda_banyuwangi untuk sharing masalah pengel...

Banyuwangi – Mengajak warga melakukan konservasi sungai, Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan Susur Sungai. Kegiatan ini digelar di Bendung Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Senin (22/3/2021). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka langsung kegiatan konservasi tersebut. Diikuti 100 p...


DINAS PU PENGAIRAN BANYUWANGI

Jl. Adi Sucipto No.84 C Sobo - Banyuwangi
Kode Pos : 68418

                                       

 

Follow Us : 

 

        

 

facebook

 

 

 

 

Contact With Us :

      Telp : (0333) 824676 /  081235227881
      Email : dinaspengairan2@gmail.com 

 

 

Scan here : 

 

 

                   

Scan disini

Copyright @2019