Kementrian PU Pionir Penghematan Energi Dan Air

"Kementerian Pekerjaan Umum kami pandang punya komitmen yang kuat di bidang penghematan energi dan air. Pionir dalam penghematan energi dan air," demikian dikatakan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini dalam Sosialisasi Penghematan Energi dan Air di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, Selasa (26/6). Hal tersebut ditunjukkan dengan Gedung Kementerian PU yang baru dibangun dan didesain dengan konsep Green Building.

Penghematan energi sesuai dengan intruksi Presiden RI dalam upaya menjaga stabilitas perekonomian nasional. Mengingat, dengan hemat enegi dapat meningkatkan daya saing industri nasional agar dapat lebih bertahan terhadap krisis ekonomi dan energi global. Hemat energi dinilai wajib dilaksanakan agar intensitas energi bangunan di Indonesia masih lebih tinggi dibangingkan dengan energi global.

"Upaya dan tindakan nyata pengurangan pemakaian energi dan air dilakukan melalui gerakan penghematan energi dan air yang dipelopori oleh instansi pemerintah sebagai contoh bagi masyarakat," ujar Rudi.
Upaya-upaya yang dilakukan antara lain sosialisasi serta membentuk Satuan Tugas Monitoring dengan melakukan walk through audit pada 23 unit gedung kementerian/lembaga (K/L). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi potensi-potensi penghematan energi dan air. Sejak 1 Juni 2012, gedung-gedung pemerintahan wajib menghemat listrik. Penghematan listrik ini ditargetkan mengurangi 20% jumlah tagihan dan berlaku untuk seluruh kementerian dan lembaga, termasuk BUMN serta BUMD.

Berdasarkan monitoring penjualan BBM bersubsidi dan BBM non subsidi di 20 titik SPBU di wilayah Jabodetabek periode 1 – 10 Juni 2012, nampak terjadi penurunan pembelian premium sebesar 2,4%. Sedangkan, kenaikan terjadi pada Pertamax mencapai 8,5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan BBM bersubsidi untuk kendaraan dinas mulai menghasilkan dampak positif.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat membuka acara sosialisasi tersebut mengatakan akan terus mensosialisasikan dan menerapkan penghematan energi dan air di lingkungan PU. Penghematan energi dan air di lingkungan PU telah dilaksanakan sejak 2008.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam menghemat energi listrik yakni dengan mengatur suhu dan kelembaban relatif ruang kerja dengan suhu antara 24-27º C dan kelembaban relative antara 55-65%. Tata cahaya menggunakan lampu hemat egeri dan peralatan pendukung menggunakan tenaga listrik seperti pengaturan hari kerja lift dioperasikan dengan pemberhentian setiap dua lantai.

"Setiap bulan kami membuat dan menyerahkan laporan berkala mengenai pemakaian energi di lingkungan PU. Laporan menunjukkan terjadinya penurunan penggunaan energi Dalam pembangunan gedung dengan green bulding menghemat 44% listrik. Sedangkan penghematan air mencapai 81% pada musim hujan dan 63% musim kemarau," tutur Djoko Kirmanto.

Acara dihadiri oleh Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, Sekjen PU Agoes Widjanarko dan jajaran di Kementerian PU.(ind)