Banyuwangi (15/11), Masyrakat Banyuwangi belakangan tengah dihadapkan pada situasi tak nyaman. Akibat menurunnya debit air masuk MK. 2 (musim kemarau) di beberapa wilayah di kabupaten Banyuwangi, menanggapi hal tersebut Pemkab Banyuwangi, siap melakukan pengecekan terhadap embung dan waduk yang ada di seluruh Kabupaten Banyuwangi.
“Waduk Bajulmati Wongsorejo belakangan ini debitnya menurun karena masuk MK. 2 tapi ini masih cukup untuk persediaan sampai musim hujan datang karena di banyuwangi persediaan air tidak hanya di waduk bajulmati, masih banyak persediaan air dibeberapa titik embung yang ada, seperti embung samidin kec. Genteng dll. Agar semua persediaan air petani terpenuhi kita gunakan system pembagian air secara gilir oleh juru setempat.” Tutur Guntur Priambodo Kepala Dinas PU Pengairan.

Kondisi yang dialami oleh para petani maupun warga saat ini mengandalkan gilir air dari juru juga ada yang menyedot dari sungai terdekat untuk kebutuhan tanaman mereka, hamparan sawah yang biasanya mengandalkan pasokan air yang banyak kini sebagian dibiarkan kering, tanpa ada tanaman padi maupun tanaman palawija di atasnya.
"Kalau di atas sebetulnya masih ada air, tapi ya itu kondisinya memang sudah turun, kemudian oleh warga langsung disedot pakai selang air dan ini sedikit membantu kita untuk mengairi lahan, untungnya masih ada embung yang tersedia meskipun airnya turun," jelas Rohman warga.

.jpg)
.jpg)








